Posted by: nugroholic | June 2, 2010

Pembahasan LPJ pengurus IPM-PB “panas”

Kamis, 27 Mei pukul 21.00 WIB, sidang Pleno 3 dengan agenda pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban pengurus IPM-PB periode 2009-2010 diwarnai hujan interupsi dan pernyataan tidak setuju kepada pengurus.

sidang yang dipimpin oleh Dewan pertimbangan organisasi IPM-PB dngan palu sidang berada pada sdr Pinki ini semula telah terendus bahwa pembahasan LPJ pengurus akan terjadi gejolak-gejolak mosi tidak percaya sebagai akibat dari telah menggunungnya kekecewaan dari seluruh peserta sidang maupun anggota IPM-PB sendiri.

diawali dengan hanya hadirnya 5 orang pengurus di depan forum, membuat peserta kongres yang terdiri dari 5 orang Delegasi dari tiap-tiap kecamatan meradang. awalnya Sidang kongres sempat dipending selama 1x 15 menit untuk menghadirkan pengurus-pengurus nakal lainnya yang lari dari tanggung jawabnya.

dilanjutkan dengan berkas LPJ pengurus yang tidak layak untuk dibahas, karena di beberapa Bundel LPJ, pengurus tidak mengatasnamakan sebuah LPJ dari pengurus melainkan LPJ dari Panitia pelaksana dari beberapa kegiatan pada kepengurusan periode 2001-2010. kemudian, pengurus yang dipimpin oleh sdr Samsir selaku ketua umum IPM-PB periode 2009-2010 menjadi bulan-bulanan dan diberondongi pertanyaan-pertanyaan dari peserta sidang.

di tengah-tengah pembahasan LPJ, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta sidang terhadap penemuan sebuah kwitansi penerimaan dana bantuan sosal dari PT.RAPP yang tidak dilampirkan dan tidak dijelaskan dalam LPJ tersebut, sontak suasana sidang menjadi ricuh dan sempat terjadi keributan antara peserta sidang PRo pengurus dengan peserta sidang kontra pengurus, namun situasi ini dapat teratasi oleh pihak seksi keamanan panitia Kongres yang sangat tanggap dan responsif terhadap kejadian itu.

selain itu, pertanyaan yang mungkin paling krusial adalah ketika ditemukannya sebuah tanda tangan palsu di dalam LPJ tersebut, awalnya tanda tangan tersebut di klarifikasi terlebih dahulu kepada si empunya, dan ternyata memang tandatangan itu bukanlah milik dia. situasi kembali panas pasca pertanyaan itu. lagi-lagi pengurus seolah saling melemparkan masalah tersebut kepada masing-masing pengurus.

di akhir agenda tersebut, yakni dalam pandangan umum yang disampaikan oleh delegasi per kecamatan, terjadi beberapa keputusan delegasi yang sangat tegas dan berani, yaitu etika pandanga umum yang disampaikan oleh delegasi ariK ecamatan Kuala Kampar. mereka menyampaikan bahwa tidak menerima LPJ pengurus IPM-PB periode 2009-2010. kemudian dilajutkan dengan penyampaian pandangan umum dari delegasi Pangkalan Kerinci yang menyatakan bahwa tindak pemalsuan tanda tangan tersebut harus di selesaikan secara hukum.

namun, berdasarkan hasil pandangan umum yang diakumulasikan, akhirnya LPJ tersebut diterima dengan syarat. artinya LPJ tersebut diterima tetapi dengan kewajiban bagi pengurus untuk  menyampaikan dan pembahasan LPJ lanjutan dengan menghadirkan seluruh pengurus serta perbaikan-perbaikan administratif dan redaksional dari LPJ tersebut.

adapun agenda yang direncanakan untuk pembahasan LPJ tersebut adalah pada hari kamis, tanggal 3 Juni 2010 di Balai pelatihan teknologi pertanian provinsi Riau.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: